About Me

About Me
Writer, Pengelola Rumah Baca Istana Rumbia, Staff redaksi Tabloid Taman Plaza, Admin Yayasan CENDOL Universal Nikko (Koordinator bedah cerpen OCK), perias dan Make-up artist PELANGI Asosiasi Entertainment, Crew Wonosobo Costume Carnival dan Crew 'A' Event Organizer (Multazam Network), pernah bekerja di Hongkong dan Singapura. Cerpenis Terbaik VOI RRI 2011, dan diundang untuk Upacara HUT RI ke 66 di Istana Negara bersama Presiden RI. BMI Teladan yang mengikuti Sidang Paripurna DPR RI 2011 dan menjadi tamu Ketua DPD RI. Dinobatkan sebagai Pahlawan Devisa Penulis Cerpen BNP2TKI Tahun 2011. Pemuda Pelopor Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah kategori Seni-Budaya Tahun 2012. Menyukai langit, stasiun kereta, dan warna biru. Salah satu penulis Undangan Event Ubud Writers and Readers Festival 2011 di Ubud, Bali. Dapat dihubungi via Email FB/YM : Nessa_kartika@yahoo.com.

Monday, December 2, 2019

#puisi FAJAR

Di atas fajar
Berlari aku
Menebar jejak
Agar kelak
Bisa kukumpulkan
Bersama rindu

     Lalu pagi beku
     Bawa aku
     Menjauh dari kehangatan tanah ibuku
     Mengubur luka
     Menginjaknya hingga lantak
     Menjadi debu

Seratus detik melupa
Barisan pakis menghipnotis
Aku dan khayalku
Terjaga, di atas fajar merona
Timbulkan haru
Serupa embun di daun
Air mata

     Langkahku basah
     Sisa hujan dan aroma tanah
     Kereta melaju
    Kutinggalkan rindu di kampung halamanku
     Songsong fajar
     Tanpamu

Sta Purwokerto, 3 des 19

#Pusi DEJA VU

Perjalanan ini
Serasa deja vu
Ke tahun entah
Di antah berantah

Kamukah yang kutuju?
Lakilaki bermata rayu
pernah sangat menchintaiku

Rasa itu bagai rongga
Di dadaku
Tak ada sinar disana
Tanpa senyum dan tawa
Digantikan lega

Aku sudah pergi sangat jauh
Dari tempat kau tinggalkanku
Berdiri sendiri
Berurai airmata

Ah, rasa ini
Jendela kereta ini
Deja vu

Sta Bumiayu, 31219

#puisi FAJAR

Di atas fajar
Berlari aku
Menebar jejak
Agar kelak
Bisa kukumpulkan
Bersama rindu

     Lalu pagi beku
     Bawa aku
     Menjauh dari kehangatan tanah ibuku
     Mengubur luka
     Menginjaknya hingga lantak
     Menjadi debu

Seratus detik melupa
Barisan pakis menghipnotis
Aku dan khayalku
Terjaga, di atas fajar merona
Timbulkan haru
Serupa embun di daun
Air mata

     Langkahku basah
     Sisa hujan dan aroma tanah
     Kereta melaju
    Kutinggalkan rindu di kampung halamanku
     Songsong fajar
     Tanpamu

Sta Purwokerto, 3 des 19

Monday, November 4, 2019

#puisi Alone

Pagi masih sama dengan biasanya
Tanpa secangkir kopi
Meranggas, seperti musim gugur
Meluruhlah puisi tentang mimpi

Bergeming
Derai hujan suarkan aroma pilu
Dengan setiap keputusan
Menjadi penantian indah

Wajahmu di awang awang
Setiap perjumpaan menjadi samar
Akukah, atau memang segalanya telah berubah
Seperti kabut dan tanah basah

Cinta masih bersarang di hati
Tak bisa katakan rindu
Pagi ini, masih sendiri
Entah sampai kapan lagi

PKU, 4102019

Thursday, October 31, 2019

#Puisi HARI RAYA CINTA

Pagi ini aku menikmati secangkir kopi dengan sepotong roti
Kumulai hari dengan tersenyum
Nanti aku akan bertemu denganmu
Tak usahlah kita bercanda tawa
Kita sibuk
Kita rahasia

Tapi,
Seperti biasanya, kau duduk disana
Aku melihatmu mengawasiku
Diam diam, hati kita bertautan.

Perjumpaan ini
Cukup dinikmati dalam dalam
Sementara mentari mulai bergeser ke arah terbenam, pada sore hujan
Kita segera rayakan

Dafam, happy haloween