About Me

About Me
Writer, Pengelola Rumah Baca Istana Rumbia, Staff redaksi Tabloid Taman Plaza, Admin Yayasan CENDOL Universal Nikko (Koordinator bedah cerpen OCK), perias dan Make-up artist PELANGI Asosiasi Entertainment, Crew Wonosobo Costume Carnival dan Crew 'A' Event Organizer (Multazam Network), pernah bekerja di Hongkong dan Singapura. Cerpenis Terbaik VOI RRI 2011, dan diundang untuk Upacara HUT RI ke 66 di Istana Negara bersama Presiden RI. BMI Teladan yang mengikuti Sidang Paripurna DPR RI 2011 dan menjadi tamu Ketua DPD RI. Dinobatkan sebagai Pahlawan Devisa Penulis Cerpen BNP2TKI Tahun 2011. Pemuda Pelopor Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah kategori Seni-Budaya Tahun 2012. Menyukai langit, stasiun kereta, dan warna biru. Salah satu penulis Undangan Event Ubud Writers and Readers Festival 2011 di Ubud, Bali. Dapat dihubungi via Email FB/YM : Nessa_kartika@yahoo.com.

Wednesday, January 15, 2020

#puisi REDUP

Di tepian hujan, kabut menyeru
Selaksa perjalanan mengiring
Doa doa dihempaskan ke langit
Meluas menjadi udara

Semesta hanya sepergalah pandang
Rasa masih berkuasa
Kerinduan yang kita tinggal
Menderu, menghantam dada tanpa ampun

Di tepian mata, ada puisi
Masih terasa sakitnya seperti tusukan belati
Tatapan matamu yang membiarkanku pergi
Aku meluruh ; redup

Miss you, 15120

Saturday, January 11, 2020

#puisi My Heart

Jika jantungku berhenti berdetak
Kau akan kehilangan satu cinta 
Yang mendoakan kesejahteraanmu
Setiap hari

Jika jantungku berhenti berdetak
Kau akan kehilangan 
Orang yang menjaga sholatmu
Setiap waktu

Jika jantungku berhenti berdetak
Kau kehilangan aku
Dan seluruh eksistensiku
Di muka bumi

Lalu,
Aku akan menjadi debu di jagad raya
Terbang bersama bintang-bintang
Menjadi rindu di jantungmu


Selamat tahun baru 2020

Saturday, December 28, 2019

#PUISI PENYAIR

Aku ingin jadi penyair
Rindu membuatku berpikir
Bersamamu adalah cinta terakhir
Setiap saat kugubah syair
: Getir

Rinduku, 27122019

Monday, December 2, 2019

#puisi FAJAR

Di atas fajar
Berlari aku
Menebar jejak
Agar kelak
Bisa kukumpulkan
Bersama rindu

     Lalu pagi beku
     Bawa aku
     Menjauh dari kehangatan tanah ibuku
     Mengubur luka
     Menginjaknya hingga lantak
     Menjadi debu

Seratus detik melupa
Barisan pakis menghipnotis
Aku dan khayalku
Terjaga, di atas fajar merona
Timbulkan haru
Serupa embun di daun
Air mata

     Langkahku basah
     Sisa hujan dan aroma tanah
     Kereta melaju
    Kutinggalkan rindu di kampung halamanku
     Songsong fajar
     Tanpamu

Sta Purwokerto, 3 des 19

#Pusi DEJA VU

Perjalanan ini
Serasa deja vu
Ke tahun entah
Di antah berantah

Kamukah yang kutuju?
Lakilaki bermata rayu
pernah sangat menchintaiku

Rasa itu bagai rongga
Di dadaku
Tak ada sinar disana
Tanpa senyum dan tawa
Digantikan lega

Aku sudah pergi sangat jauh
Dari tempat kau tinggalkanku
Berdiri sendiri
Berurai airmata

Ah, rasa ini
Jendela kereta ini
Deja vu

Sta Bumiayu, 31219