About Me

About Me
Writer, Pengelola Rumah Baca Istana Rumbia, Staff redaksi Tabloid Taman Plaza, Admin Yayasan CENDOL Universal Nikko (Koordinator bedah cerpen OCK), perias dan Make-up artist PELANGI Asosiasi Entertainment, Crew Wonosobo Costume Carnival dan Crew 'A' Event Organizer (Multazam Network), pernah bekerja di Hongkong dan Singapura. Cerpenis Terbaik VOI RRI 2011, dan diundang untuk Upacara HUT RI ke 66 di Istana Negara bersama Presiden RI. BMI Teladan yang mengikuti Sidang Paripurna DPR RI 2011 dan menjadi tamu Ketua DPD RI. Dinobatkan sebagai Pahlawan Devisa Penulis Cerpen BNP2TKI Tahun 2011. Pemuda Pelopor Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah kategori Seni-Budaya Tahun 2012. Menyukai langit, stasiun kereta, dan warna biru. Salah satu penulis Undangan Event Ubud Writers and Readers Festival 2011 di Ubud, Bali. Dapat dihubungi via Email FB/YM : Nessa_kartika@yahoo.com.

Sunday, June 9, 2019

#puisi Aku Berharap

I.
Sedemikian lama jeda kita tak berbicara
Tak saling menyapa
Aku berharap masih aku
Orang yang kau tuju dalam sepenggal lagu-lagumu tentang rindu

II.
Aku berharap
Cerita pengantar tidur kita
Bukan sekedar cerita

III.
Melihatmu dengannya
Membuatku yakin
Aku bukan satu-satunya
Aku berharap
Cemburuku tak usah ada

Saturday, June 8, 2019

#PUISI SEPERTI PAGI INI

Seperti pagi ini
Aku masih tersenyum menatap sebaris puisi tentang asmara membara
Yang kita tinggalkan di gerbang SMA

Ada setitik ingatan akan kebersamaan
Tak lama, memang
Antara satu dan dua membawa kita pada cerita dewasa, tak tertahankan

Lalu ikatan itu menjadi begitu rekat
Tak terpisah lagi bagai puber kedua

Bukan, gemanya tak sampai kesana
Hanya ada saat harus ada
Lalu lupa
karena kita tidak lagi bercinta hingga tak lagi saling menyapa

Bertemu lagi pada saat istimewa yang kausebut reuni.
Bagaimana kita saling memandang
Tanpa mengenang masa lalu

Ah rumitnya

Sunday, May 26, 2019

#puisi Tentang Sepi

Sayangku
Pesan demi pesan terbacakah

Tentang sepi yang melingkupi
Malamku hingga pagi
Hari demi hari
Tak terisi
Canda tawamu
Atau sekedar sapa
Tak pernah lagi ada

Sayangku
Beribu puisi kutulis beriring doa
Agar kau mengerti
Rinduku yang menggelayut
Tak mau pergi

Aku selalu sendiri
Di tengah perjuangan dengan mesin
Mesin hemodialisa
Kekuatanku ada pada kenangan
Akan masa indah kita

Jadi jangan pergi
Tetap disini
I love you more than I can say
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
Biar kunikmati dalam kesepianku

| #hbd to me

Wednesday, May 22, 2019

#puisi MASIH MENCINTAIMU

Di bayang jendela
Aku melihat lirikanmu
Mencari aku
Kuartikan rindu

Lalu jejakmu yang tiada
Menyadarkan pikirku
Seharusnya sudah tidak ada kamu
Karena kau tiadakan aku

Seluruh hatiku luruh
Bersama kemarau yang hadir
Di bulan mei
Membawa resah

Ingatku
Sekarang harusnya
Aku bisa berpaling
Ke lain hati

Namun hatiku
Tak mampu pergi
Masih tertinggal
Bersama aromamu disini

| Cabin, 21 Mei 2019

#Puisi Aku Ingin

Hai, Kamu. Keluarlah dan pandanglah langit. Bulan menyala terang di antara angin dan kegelapan malam. Tutup matamu dan dengarkan baik-baik. Ada nyanyian rindu dari antah berantah yang merejam jantungmu, membelah memorymu pada suatu masa, aku di sampingmu.

Lagu itu masih sama, sayangku. Di tepinya kau akan merasakan aliran sungai, begitu surgawi. Tenang dan jernih, bagaikan mimpi yang berada di sisi pagi, terlupakan namun mengambang di awang kenangan.

Beberapa baris mungkin berisi kesepian. Berapa lamakah kau jauh dariku. Tak membiarkanku menikmati sosokmu yang lebih ayu dari diriku sendiri. Kadang berubah buram, kadang cemerlang dengan senyum dan ingatan. Namun, tak tersentuh. Hanya satu dua keindahan terbias di matamu yang kusangka mencari-cari aku. Aku yang rindu.

Lalu, kau akan temukan pula pasrah karena rindu ini begitu payah. Kau menyiraminya lagi dengan bintang-bintang. Seolah tak ada cinta lain bagimu yang lebih indah, selain cintaku.

Ah, cintaku... Percayalah. Kau memang yang terindah. Aku ingin bersamamu setiap waktu.

Bagaimana? Kau setuju?