About Me

About Me
Writer, Pengelola Rumah Baca Istana Rumbia, Staff redaksi Tabloid Taman Plaza, Admin Yayasan CENDOL Universal Nikko (Koordinator bedah cerpen OCK), perias dan Make-up artist PELANGI Asosiasi Entertainment, Crew Wonosobo Costume Carnival dan Crew 'A' Event Organizer (Multazam Network), pernah bekerja di Hongkong dan Singapura. Cerpenis Terbaik VOI RRI 2011, dan diundang untuk Upacara HUT RI ke 66 di Istana Negara bersama Presiden RI. BMI Teladan yang mengikuti Sidang Paripurna DPR RI 2011 dan menjadi tamu Ketua DPD RI. Dinobatkan sebagai Pahlawan Devisa Penulis Cerpen BNP2TKI Tahun 2011. Pemuda Pelopor Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah kategori Seni-Budaya Tahun 2012. Menyukai langit, stasiun kereta, dan warna biru. Salah satu penulis Undangan Event Ubud Writers and Readers Festival 2011 di Ubud, Bali. Dapat dihubungi via Email FB/YM : Nessa_kartika@yahoo.com.

Monday, October 4, 2021

#Puisi IJINKAN AKU

Ijinkan aku
Bertanya padamu tentang asmara yg pernah dipersiapkan Tuhan
Namun kau balikkan menjadi luka

Ijinkan aku
Bertanya tentang rasa sepi memanjang sejak tiada lagi cahaya dan senyummu setiap pagi

Ijinkan aku, Kawan baikku...
Bercerita tentang apa saja padamu
Di setiap pagi dan malam kita
Tanpa kita terbawa perasaan
Kesalahan dan penyesalan

Ijinkan aku...
Sebab...
Harihari yang kulalui berat tanpa musabab
Dan airmata bukan lah bagian dari diriku
Hingga rongga hatiku begitu kosong
Tiada tempat menceritakan segalanya

Ijinkan aku
Karna hidupku kosong hampa

@ home, di atas kasur jam 8 pagi
Mendengar kembali lagu yg kubenci

Sunday, June 13, 2021

BAPER

Setelah sekian purnama tidàk merasakqnnya
Sekarang tergodq
Ada rasa terbawa
Sedikit cmburu
Dan rindu jika sehari tak ada kabarmuh...

Tuesday, December 22, 2020

#Puisi RUMAH GUBUG BERLANTAI LIMA

Rumah gubug berlantai lima
Menjaga sebuah lereng perkampungan
Saksi sebuah kota tumbuh
Saksi gedung-gedung menelan persawahan

Rumah gubug berlantai lima
Tak punya pintu keluar
Tak punya pintu masuk
Tak jua punya jendela

Rumah gubug berlantai lima
Sejarah sebuah kota
Anak-anak tumbuh 
Melalui tiga masa

Rumah gubug berlantai lima
Dijaga oleh zaman
Dipelihara oleh kemiskinan
Rapuh ditinggalkan
Tak bisa untuk pulang

Rumah gubug berlantai lima
Pernah berisi cinta
Sepasang orangtua dan anak-anaknya
Nasib memencar semuanya

Rumah gubug berlantai lima
Bukan lagi rumah manusia
Masih rumah, nostalgia

Des 2020

Thursday, November 26, 2020

#puisi Pertemuan

Seketika waktu patah
Di ujung kabut dan titik gerimis
Perjalanan berliku menujumu
Hadirkan deja vu

Kenangan terhenti
Kita dua manusia jatuh cinta
Kala itu, dengan segala rindu
Hingga aku dan kamu
Terjebak keadaan
Saling meninggalkan

Lalu,
Hari ini kita bertemu lagi
dan menyadari
Getaran itu masih ada
Hanya tak bertemu frekuensinya

Kuripan, 21 Nov 20

Tuesday, November 10, 2020

#puisi Awalnya; Selamat Hari Pahlawan

Hari itu, di kantor itu semua berubah.
Hari itu di kantor itu, nasibku sudah divoniskan.
Divoniskan dengan cara ujian terberat yang pernah kurasakan dari Tuhan.
Hari itu juga di kantor itu...
Tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang,
Maha baik
Maha kaya
Maha penyembuh
Maha segalanya
Memberiku keajaiban
...
Berupa kesempatan hidup kedua.

Pada hari itu
Aku tak menangis
Aku tak mampu menangis
Pun tak ada penyesalan
Dan segala seharusnya

Aku tertawa
Menertawai kebodohanku
Karena tanda tandanya disana
Gejala gejalanya di sana
Tuhan sudah kasih tahu
Dengan segala kemahasoktauanku
Dengan segala acuhku
Akan tubuhku
Akan tingkahku
Akan gaya hidupku

Kini,
Tuhan telah bukakan mataku
Beri aku waktu
Berserah
Memohon ampunan
Memohon kesembuhan
Memohon sedikit umur
Menjadi pahlawan bagi diri sendiri
Pejuang tangguh
Untuk berbahagia
Dengan hemodialisa.

Dafam, 101120