About Me

About Me
Writer, Pengelola Rumah Baca Istana Rumbia, Staff redaksi Tabloid Taman Plaza, Admin Yayasan CENDOL Universal Nikko (Koordinator bedah cerpen OCK), perias dan Make-up artist PELANGI Asosiasi Entertainment, Crew Wonosobo Costume Carnival dan Crew 'A' Event Organizer (Multazam Network), pernah bekerja di Hongkong dan Singapura. Cerpenis Terbaik VOI RRI 2011, dan diundang untuk Upacara HUT RI ke 66 di Istana Negara bersama Presiden RI. BMI Teladan yang mengikuti Sidang Paripurna DPR RI 2011 dan menjadi tamu Ketua DPD RI. Dinobatkan sebagai Pahlawan Devisa Penulis Cerpen BNP2TKI Tahun 2011. Pemuda Pelopor Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah kategori Seni-Budaya Tahun 2012. Menyukai langit, stasiun kereta, dan warna biru. Salah satu penulis Undangan Event Ubud Writers and Readers Festival 2011 di Ubud, Bali. Dapat dihubungi via Email FB/YM : Nessa_kartika@yahoo.com.

Monday, August 8, 2011

8 Ramadan ~ Nyaris Celaka

Hari senin, hari puasa ke delapan. Perasaanku sudah tak mengenakkan sejak subuh. Bukan karena aku tak fokus kerja dan sisa kegalauan kemarin. Namun kabar dari Panitia RRI yang diemailkan ke majikanku membuat majikan semakin suka untuk 'mengganggu'ku. Mencari-cari kesalahan, kadang ngomel tanpa aku tau apa yang tak beres. Tapi demi melancarkan sisa hariku, aku diamkan saja. Lagipula puasa... aku tak mood untuk bertengkar.

Senin ini majikan tidak kerja karena harpitnas besok HUT Singapore ke 46.

Seperti biasa, setiap senin pekerjaanku menumpuk. Padahal akhir pekan seolah sudah bekerja nonstop, tetap saja hari senin ada saja yang harus dikerjakan. Malah lebih banyak.

Hari ini pekerjaanku termasuk mengganti korden jendela juga. Rumah majikan berada di lantai lima sebuah gedung HDB tua di sisi jalan raya Teck Whye Avenue, jadi satu minggu saja, korden sudah berdebu dan berubah warnanya. Efek dari kendaraan yang berseliweran.

Setelah selesai mengepel lantai aku hanya perlu mengganti korden jendela yang sudah kucopot dan kucuci dengan yang baru. Dengan cekatan aku memanjat kursi plastik yang biasa kugunakan lalu mulai mengerjakan tugasku.

"Aniiii??!!" Majikanku tiba-tiba memanggil dari arah kamar.

Karena sedang tanggung aku hanya menyahut, tentu saja aku tak tergopoh-gopoh datang padanya seperti yang biasa kulakukan.

Aku sudah jawab sedang memanjat jendela. Dia tetap berteriak-teriak memanggilku. Aku berniat melompat dari kursi ke lantai, namun entah mengapa kursinya lari. Aku jatuh ke lantai dengan pinggang duluan.

Majikanku terus saja memanggilku. Aku buru-buru mendatanginya. Dan ternyata... ia hanya ingin membuang sampah sebuah kertas bekas. Tempat sampah ada di luar pintu kamar, sedangkan mulai dari luar pintu kamar ke seisi rumah lantainya masih basah bekas dipel.

Aku menahan diri untuk tidak memaki majikanku. Tempat sampah yang berjarak hanya satu langkah dari tempatnya berdiri, satu langkahnya lebih berharga dari pinggangku yang membentur lantai. Kok ada ya orang seperti ini?

Aku tak tahu bagaimana nanti ia hidup tanpa pembantu. Semoga setelah kepergianku mereka bisa jadi manusia yang lebih baik...

Untung jatuhku ke arah dalam rumah, coba kalau keluar jendela...

-oOo-


No comments:

Post a Comment